Búsqueda en el Foro:
Buscar


Autor Mensaje
Mensaje08-12-2019, 00:46 (UTC)    
Título del mensaje: Puisi Alam

Puisi Alam – Demikian banyak karya puisi perihal alam, bukan cuma saja untuk dirasakan dan dikagumi melewati ucapan saja. Bagi orang-orang yang gemar berkata-kata melewati artikel, alam malahan dapat diwujudkan puisi.
Bagus itu ketakjuban dengan alam itu sendiri, ataupun kengerian dikala alam sedang naik pitam. Berikut ini adalah puisi alam, bagus perihal ketakjubannya ataupun kengeriannya:
Puisi Perihal Alam
Alam, adalah salah satu fenomena yang betul-betul luar lazim sekali bagus keindahannya atau kengeriannya dikala dia sedang naik pitam. Bukan cuma untuk dirasakan saja, seseorang yang merasa takjub akan menuliskan ketakjuban mereka pada alam melewati puisi. Berikut ini adalah puisi alam yang betul-betul meraba sekali bagi siapa saja yang membacanya:
Senja, Estetika Yang Tak Terganti
Siang mulai berganti

Warna langit malahan berubah menjadi jingga

Burung-burung silih berganti terbang di tengah warna jingga yang semakin melebur di langit sana

Siapa saja yang memandangnya, akan takjub dibuatnya

Waktu terus berlari

Warna jingga malahan terkikis secara pelan
Gelap mulai membayangi senja

Walaupun semacam itu, estetika senja tak akan ada yang menggantikan

Walaupun gelap kian pekat



Puisi Alam Senja Yang Menawan
Saya memperhatikan sinar keemasan yang muncul di batas cakrawala

Mataku terbelalak dikala memperhatikan keelokannya

Keelokan dari cipta tangan sang Maha Kuasa

Surya sudah mempersiapkan diri untuk karam

Menjemput mesra heningnya malam yang hening

Serta meneguk sinarnya dalam-dalam

Dan menyempurnakan keindahannya

Lembayung terlihat menawan dengan warna kuningnya

Gradasi yang dibuatnya seperti lukisan dari tangan pelukis ulung

Di sudut-sudut langit sana lah

Hiasan terbesar yang pernah tercipta di sepanjang zaman
Lukaku Diusap Sang Bulan
Saya memperhatikan senyuman manis sang bulan seakan-akan menyapaku

Senyumannya kelihatan betul-betul menawan membikin hatiku serasa mekar

Saya malahan terdiam

Mengamati menawan sang bulan yang tak pernah jemu

Cahayanya seakan-akan mengusir gelap malam ini

Kunikmati sinarnya menghangatkan tubuh dan malamku

Serta hati ini terasa bersuka cita sebab dia menyinari malam ini

Bulan, mengapa kamu memandangku seperti itu?

Membuatku tak paham dibuatnya

Bahwa tiap estetika tak patut selalu didekati

Bahwa estetika tak patut selalu dimiliki

Tetapi cuma sekadar untuk diamati dan dikagumi dari kejauhan
Potongan Indahnya Surga Nusantara
Masih dalam renungan sisa-sisa subuh

Kicauan burung pun masih terdengar merdu

Menyanyikan kicau sendu tentang indahnya alam pagi ini

Disana, hamparan surga terlihat sangat indah

Melukiskan keindahan yang tiada tara

Langit pun terlukis indah dengan warna biru

Diiringi dengan arakan awan yang disapu oleh sang angin

Padi-padi menunduk bersahaja

Terhampar di atas hamparan kuningnya alam persawahan

Gagahnya gunung terlihat menjulang ke langit

Serta deretan pepohonan yang hijau berbaris menanti sang surya

Itulah Indonesiaku

Sebagian potongan surga yang Tuhan kirimkan

Itulah Indonesiaku

Indahnya ciptaan tangan Tuhan digoreskan

Itulah Indonesiaku

Hamparannya yang menghias negeri tercinta

Itulah Indonesiaku

Tanah kebanggaan sampai hayat memisahkan
Sumber Referensi : http://sharingconten.com/
Cita:

______________
dunia sementara - akhirat selamanya
Mostrar mensajes anteriores:   


Powered by phpBB © 2001, 2005 phpBB Group